Stadium Generale : Peran Bank Indonesia dalam Menjaga Keseimbangan Ekonomi Nasional

Stadium generale adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi Bisnis Islam yang dilakukan pada awal semester pada setiap tahun akademik. Pada Semester Ganjil Tahun akademik 2018/2019 ini dilaksanakan pada 4 September 2018 bertempat di Graha Watu Dakon dengan tema Peran Bank Indonesia dalam Menjaga Keseimbangan Ekonomi Nasional. Tidak kurang dari 1000 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Sebagai Pemateri adalah Bapak Djoko Raharto, SE., MA., selaku kepala BI Perwakilan Kediri dan Bapak Abdul Muid Badrun, SE., ME selaku Praktisi Perbankan Syariah menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.

Bapak Djoko Raharto, SE., MA dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi tentang Bank Sentral, tugas, dan posisinya dalam konstitusi. Bapak Djoko Raharto, SE., MA juga menyampaikan kebijakan yang dilakukan BI dalam menjaga stabilitas ekonomi untuk mengendalikan nilai tukar yaitu dengan kebijakan moneter dengan melakukan intervensi valas. Selain itu juga dilakukan dengan membeli surat utang dari asing agar nilai tukar tetap stabil. Menurut beliu, menjaga kestabilan nilai rupiah ukurannya adalah inflasi. Keseimbangan itu sederhana, harga ditentukan oleh supply dan demand. Sama halnya dengan inflasi. Inflasi kita sekarang rendah kurang dari 4%. Artinya kegiatan ekonomi stabil. Keseimbangan baranag dan jasa di pasar relative seimbang tercermin dari nilai inflasi yang rendah. Inflasi perlu dijaga untuk menjaga keseimbangan bahan pangan. Keseimbangan eksternal adalah keseimbangan permintaan dan supply valas. Keseimbangan terganggu karena FFR (Federal Fund Rate), Kenaikan Harga minyak dunia, US Trade War, Pengaruh Krisis di negara lain (Turki), serta pertumbuhan ekonomi mendorong impor naik. Solusi yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki neraca eksternal adalah dilakukan dengan mendorong ekspor, mengendalikan impor, serta memperbaiki neraca jasa. Dalam penyampaian materinya beliau membuat kesimpulan bahwa Keseimbangan internal (inflasi) stabil akan tetapi memiliki masalah dalam keseimbangan eksternal.

Untuk menyegarkan suasana, Abdul Muid Badrun, SE., ME sebelum memberikan materi tentang industry keuangan syariah di Indonesia beliau membangkitkan semangat mahasiswa dengan bersama-sama mengajak mahasiswa dan semua yang hadir untuk menyanyikan lagu meraih mimpi agar mahasiwa bisa menjadi lebih bersemangat dalam meraih mimpi dengan focus pada satu titik. Dalam penyampaian materinya, beliau menitikberatkan pada Lansekip Perbankan Syariah. Agar terbebas dari utang, maka mulai belajar menggunakan wakaf sebagai pilihan utama. Pertumbuhan asset perbankan bertambah, akan tetapi pertambahannya sangat kecil. pangsa pasar kontribusinya masih kecil. Rata-rata yang ditawarkan imbal bagi hasil bank syariah lebih kecil dibandingkan dengan bank syariah. Kontribusi bank syariah terhadap pertumbuhan ekonomi juga tidak menggembirakan. Sehingga yang dilakukan adalah mulai belajar bank syariah, mulai membuka rekening syariah, serta belajar tentang wakaf. Beliau juga berpesan agar belajar dari banyak sumber dan lebih aktif lagi.